Menkominfo Menyaring 500 Konten Penembakan Masjid Yang Terjadi di Selandia Baru.

Sekitar 500 Konten Penembakan di Selandia Baru Telah Ditapis

Dilansir dari cnnindonesia.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yaitu Rudiantara mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menyaring 500 konten yang berkaitan dengan insiden penembakan masjid di Selandia Baru.

Konten penembakan ini mengandung unsur kekerasan dan apabila konten ini disebarkan di media sosial maka akan melanggar UU ITE.

“Menkominfo telah menyampaikan bahwa sejak jumat siang ini telah menyisir video penembakan yang telah disebarkan di internet, sudah sekitar 500 konten yang ditapis diberbagai platform hingga sore ini” Ujar Rudiantara di akun twitter resminya, Jumat (15/3).

Rudiantara mengeclaim bahwa telah bekerja sama dengan dengan platform Facebook, Instagram, Twitter dan Lainnya untuk menyaring konten tersebut.

“Platform Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya telah bekerja sama melakukan penapisan untuk konten tersebut. Kerja sama tersebut juga dilakukan dengan instansi pemerintah lainya.” Ujar Rudiantara.

Selain itu, Rudiantara juga menghimbau agar tidak ikut menyebarkan video terkait dengan insiden penembakan tersebut.

Ia bahkan berjanji akan semaksimal mungkin untuk menapis konten-konten terhadap insiden penembakan tersebut.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan video maupun tautan terkait insiden brutal tersebut. Menkominfo akan memantau dengan maksimal penapisannya.” Ujar Rudiantara.

Tidak lupa Rudiantara juga mengungkapkan duka mendalam bagi para korban penembakan. Ia juga mengatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden sudah mengecam kejadian ini dan ikut menyampaikan duka mendalam bagi para korban.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

Leave a Comment