9 Tips Yahud Memilih Headset Gaming Sesuai Kantong

22 June 2018 - Kategori Blog

 

Memilih Headset Gaming

Bermain game akan terasa maksimal jika ditunjang dengan hardware yang tepat. Dan kali ini TheLapak akan membahas mengenai headset gaming. Yup, hardware gaming yang satu ini ternyata bisa menentukan kamu menang atau kalah lho, kok bisa? Bayangkan seperti ini, kalau headset gaming kamu kualitasnya baik, gerak langkah kaki musuh pun bisa terdengar jelas, dan kamu bisa mengetahui posisinya. Keren kan?

Oleh karena itu perannya sangat penting guys. Dan bagi kamu yang ingin berinvestasi dengan membeli hardware yang satu ini, tentu perlu memikirkan beberapa hal agar sesuai dengan kebutuhan gaming, dan tentunya juga agar tidak kecewa di kemudian hari. Kalau begitu kamu bisa dapetin tips memilih headset gaming di artikel ini.

Mengapa Harus Headset Gaming?

Namanya headset pasti kita gunakan untuk mendengarkan audio dari game yang sedang dimainkan, oleh karena itu pilihlah headset yang memang dikhususkan untuk gaming. Hal ini dikarenakan tipe headset sebenarnya bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan, seperti contohnya headset untuk mendengarkan musik.

Karena kebutuhannya beda, otomatis spesifikasinya juga beda. Umumnya headset gaming memiliki karakter yang cenderung menonjolkan detail, dan hal ini sangat dirasakan saat kamu nantinya bermain game. Seperti misalnya saat kamu memainkan game-game FPS, detail kecil seperti langkah kaki musuh pastinya sangat berpengaruh pada permainan. Selain itu detail lain seperti suara karakter, efek ledakan dan lainnya tentu juga mempengaruhi pengalaman bermain game yang menjadi lebih seru.

Jadi jangan kaget jika ada headset gaming yang harganya bisa sampai 5 juta rupiah, karena secara kualitas audio jelas benar-benar dapat menghasilkan detail yang nyaris sempurna pada game. Kalau misal kamu bisa berkesempatan nyobain headset yang ada sebelum beli, tambah lebih sempurna lagi. Tapi yang perlu dicatat, nyobain headset gaming haruslah sambil bermain game, jangan dibuat nyobain dengerin musik, karena rasanya pasti beda, hehe…

Bingung Memilih Headset Gaming? Ini Tips Pintarnya

Banyak sekali headset gaming bagus yang ada di pasaran, dan kalau kamu baru pertama kali ingin membelinya, pasti bingung karena bisa dibilang ini adalah upaya sebagai pencarian headset gaming terbaik. Oleh karena itu silakan beberapa tips di bawah ini agar kamu bisa semakin yakin saat memilih headset gaming incaranmu.

1. Sesuaikan Bujet

Headset gaming tersedia dalam berbagai macam merk, tipe dan tentunya harga. Dan sama seperti kebanyakan hardware gaming lain, ada harga tentu ada rupa. Oleh karena itu hal pertama yang perlu kamu tentukan pertama kali adalah bujet. Setelah bujet ditentukan, maka kamu langsung bisa mulai mencari-cari headset gaming yang sesuai dengan bujet. Jika ada banyak waktu, memang kamu harus mencarinya dari yang murah hingga mahal.

Jika menemukan beberapa harga headset gaming yang mirip-mirip, bisa dipastikan kamu bakal galau, hehe… Jangan cemas cuy, langkah selanjutnya kamu bisa membandingkan fitur-fiturnya, atau lebih lengkapnya silakan baca tips-tips selanjutnya yang dapat dijadikan poin untuk memilih.

Memilih Headset Gaming

Oya, cara cepat untuk riset harga headset gaming adalah melalui marketplace. Inputkan kata kunci “headset gaming” pada kolom pencarian, lalu filter dengan harga sesuai bujetmu. Voila! Daftar headset gaming sesuai bujet pun muncul di layar. Dengan begitu kamu pun dapat mengurutkan harga, misal mulai dari 300 ribu, 500 ribu, hingga 1 juta rupiah atau bahkan lebih.

Tapi dilihat dari harga, kamu seharusnya sudah bisa mendapatkan perbandingan secara kualitas. Karena tentunya headset gaming murah dengan harga di bawah 300 ribu tidak dapat dibandingkan yang berharga 1 juta rupiah.

Sedangkan untuk merk, banyak sekali pilihannya seperti E-Blue, Kingston, Logitech, Rexus, Sades dan lainnya. Tapi tentunya tiap merk memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Jika kamu sudah mengincar headset gaming dari merk tertentu, tetap disarankan untuk melirik merk lain, karena bisa jadi performanya lebih baik (dan bisa jadi harganya lebih murah).

2. Pilih Headset dengan Fitur Surround Sound

Pernah dengerin audio yang dihasilkan dari speaker 2.1 (stereo) dan 5.1/7.1 (surround) belum? Kalau sudah, yang terasa beda adalah jumlah sumber suara yang dihasilkan. Jika stereo sumber suaranya hanya dari kiri dan kanan, maka surround akan menghasilkan sumber suara dari 5 arah (5.1) atau 7 arah (7.1).

Kalau headset gaming incaranmu sudah mendukung fitur surround sound, maka itu adalah nilai plus tersendiri. Game saat ini rata-rata juga sudah mendukung fitur surround sound, dengan begitu pengalaman bermain menjadi lebih maksimal. Jika sudah begitu, mendengarkan langkah kaki musuh yang mengendap-endap dari belakang pun bisa terdengar jelas. Atau juga kita bisa mengetahui arah tembakan musuh secara tepat. Keren kan?

Memilih Headset Gaming

Nah, untuk fitur surround sound ini, beberapa headset gaming ada yang menghasilkannya secara real dan ada juga yang virtual. Untuk yang real surround sound, headset dibekali dengan speaker berjumlah sesuai dengan spesifikasi. Sedangkan untuk virtual, headset akan mensimulasikan audio seakan terdengar surround, walau hanya dihasilkan dari 2 speaker saja. Secara kualitas tentu lebih baik yang real surround sound.

Selain kualitas, tentu perbedaan terdapat pada bagian harga. Tapi yang pasti, akan lebih baik jika kamu membeli headset gaming dengan fitur virtual surround sound daripada yang hanya membawa stereo saja.

3. Harus Nyaman di Telinga

Semahal dan secanggih apapun headset gaming, kalau tidak nyaman digunakan ya percuma juga. Kenyamanan menjadi poin yang sangat penting karena nantinya kamu akan menggunakan headset tersebut hingga berjam-jam lamanya. Nyaman di sini mengartikan kepalamu tidak akan cepat pegal, serta kegerahan khususnya pada bagian telinga. Sebuah headset gaming terbaik pastilah mengutamakan kenyamanan.

Cara paling mudah untuk mengetahui nyaman tidaknya headset adalah dengan mencobanya secara langsung. Kalau toko di tempat kamu beli menyediakan display, maka hukumnya kamu wajib mencobanya. Saat mencoba headset, satu hal yang perlu diperhatikan adalah ear cup harus menutupi keseluruhan bagian telinga, sehingga telinga tidak sakit.

Memilih Headset Gaming

Hal yang bisa diperhatikan adalah tingkat keempukan bagian ear pad (spons) yang menempel ke telinga, lalu bisa juga fitur tambahan dari headset itu sendiri seperti panjang headband yang bisa disesuaikan, volume control, serta ada juga yang bisa dilipat untuk memudahkan penyimpanan. Beberapa merk headphone juga menyediakan ear pad tambahan pada paket penjualan, cocok sebagai pengganti jika ear pad yang ada sudah mulai kurang nyaman digunakan.

[su_divider top=”no” margin=”5″]

Baca juga: 6 Tips Memilih Mouse Gaming Terbaik dan Berkualitas

[su_divider top=”no” margin=”5″]

4. Kualitas Input Mikrofon

Kamu suka main game FPS multiplayer dengan konsep team deathmatch seperti Counter Strike: Global Offensive, Point Blank atau Overwatch? Jika iya, maka peran mikrofon tidak dapat dikesampingkan karena berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi dengan teman satu tim. Karena headset sudah noise cancelling, mau teriak-teriak ke teman pun juga engga bakal kedengaran cuy, jadi mau engga mau harus pakai fungsi chat.

Kalau sering menggunakan fitur voice chat, maka kamu harus memperhatikan kualitas mikrofon. Sebuah headset gaming yang bagus biasanya juga dilengkapi dengan mikrofon yang juga bagus, misalnya sudah mendukung noise cancellation. Fitur ini memungkinkan mikrofon hanya fokus pada suara kamu, sehingga berbagai suara berisik (misal kamu main di game center yang ramai) tidak akan masuk.

Untuk mengecek kualitas suara dari mikrofon, kamu bisa melakukan tes sederhana: rekam suaramu saat berbicara menggunakan mikrofon pada aplikasi audio recorder. Kemudian dengarkan hasilnya apakah masih ada noise mengganggu atau tidak. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan kualitas mikrofon tersebut dapat dipertimbangkan.

Selain kualitas suara, kamu bisa juga mempertimbangkan fitur lain. Misalnya mikrofon yang dapat dilepas atau dilipat. Bahkan ada juga yang bentuk mikrofonnya hanya berupa lubang kecil di earcup headset (boomless mic), tapi bisa menangkap suara dengan baik. Untuk yang satu ini mungkin cocok bagi kamu yang menginginkan headset gaming dengan tampilan yang simple.

5. Pilih Kabel atau Wireless?

Headset gaming tersedia dalam 2 tipe, yakni dengan kabel dan non-kabel (wireless). Kalau kamu termasuk orang yang ingin terlihat simple dan tidak ingin direpotkan dengan kabel yang bersliweran, maka tipe wireless dapat dipilih.

Walaupun terlihat lebih rapi, ada anggapan bahwa tipe wireless memiliki kekurangan dalam hal mudah menerima gangguan dari koneksi sinyal wireless lain. Dengan seiring waktu, anggapan tersebut jelas salah karena saat ini rata-rata headset gaming wireless sudah didesain sedemikian rupa untuk memiliki tingkat konektifitas yang bagus dengan receiver, sehingga gangguan dari sinyal lain dapat diredam.

Memilih Headset Gaming

Jika kamu memilih tipe wireless, maka harus mempertimbangkan beberapa hal seperti jarak maksimal headset dengan receiver, serta tingkat kekuatan baterainya. Kamu harus ingat bahwa headset wireless baterainya harus di-charge sekitar 1 jam hingga baterainya penuh untuk penggunaan selama 7-8 jam. Kalau skamu sering main game dengan waktu di itu, sanggup engga harus break hanya untuk nge-charge headsetmu? Hehe…

Untuk harga headset tipe wireless memang rata-rata sedikit di atas dari tipe berkabel. Sedangkan untuk tipe kabel, kamu bisa mempertimbangkan panjang kabelnya.

6. Soundcard

Beberapa headset gaming sudah dibekali dengan sound card, dan hal fitur ini memungkinkan kualitas audio yang dihasilkan menjadi lebih maksimal. Kalau kamu menginginkan suara yang lebih realistis dan detail, maka harus melirik headset dengan fitur tersebut.

Secara kualitas suara memang tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja memang konsekuensinya di harga, lumayan mahal juga cuy, rata-rata di atas 1 juta rupiah. Contohnya seperti Kingston HyperX Cloud II Gaming atau Asus Strix 7.1 Gaming Headset. Ada harga memang ada rupa, dan kualitas audio yang dihasilkan memang jauh di atas headset gaming tanpa sound card. Tapi kalau misal PC kamu sudah dibekali dengan sound card yang ok (baik itu onboard motherboard atau soundcard PCI), maka headset tanpa soundcard sudah lebih dari cukup.

Untuk soundcard sendiri sudah disediakan dalam paket penjualan, dan nantinya headset akan dihubungkan ke soundcard terlebih dahulu via jack audio 3.5 mm, dan selanjutnya soundcard terhubung ke PC atau laptop melalui port USB.

[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=y1JjVuY2qgE” width=”560″ height=”320″]

7. Pilihan Model

Berbicara mengenai model, hal ini jelas kembali ke selera, namun jelasnya tidak dapat dikesampingkan karena ini sangat personal. Karena ada juga gamer yang dananya sudah ada, incaran sudah 90% dibeli, tapi akhirnya batal karena tidak sreg dengan model atau bahkan warnanya.

Headset gaming jaman now modelnya macam-macam, dan dilengkapi dengan fitur tambahan agar menarik perhatian. Misalnya terlihat “bling-bling” dengan lighting RGB, atau juga dilengkapi dengan fitur vibrate. Kalau kamu tidak membutuhkan fitur-fitur gimmick seperti itu, maka bisa abaikan saja dan lebih fokus pada fitur yang utama seperti kualitas suara dan kenyamanan.

Kemudian berbicara mengenai model, headset gaming (dan headset pada umumnya) terbagi menjadi dua, yakni tipe open-back dan closed-back.

Memilih Headset Gaming

Untuk tipe open-back, bagian ear cup biasanya memiliki lubang-lubang kecil, dan karakternya adalah kamu masih bisa mendengar suara yang ada di luar, mengartikan headset tidaklah kedap suara. Headset tipe ini cocok untuk kamu yang biasa main di dalam rumah atau kamar yang tentu suasananya tidaklah ramai. Selain itu cocok juga buat kamu yang biasanya sering dipanggil nyokap, biar masih kedengeran, hehe…

Kemudian untuk headset gaming tipe closed-back, suara yang ada benar-benar terisolasi, dan kamu sama sekali tidak akan mendengar suara dari luar. Headset dengan fitur noise cancellation biasanya menggunakan model closed-back. Karena kedap suara dari luar, maka headset ini cocok sekali jika kamu sering banget main di game center yang tentunya ramai. Tapi ada juga sih headset yang mendukung dua-duanya, sehingga fungsinya dapat diubah antara open-back dan closed-back.

8. Kualitas Material

Percuma jika kualitas suara ok, model keren, tapi gampang rusak hanya karena material yang digunakan kualitasnya loyo. Untuk material, kamu bisa langsung mengecek dengan memegangnya langsung, apakah headset tersebut terasa mantap atau tidak. Dan material ini bisa membedakan kualitas antara headset gaming murah dan mahal.

Setidaknya untuk bagian penghubung antara headband dan ear cup harus terasa kokoh, karena bagian inilah yang seringnya bakal kamu pegang dan rentangkan saat akan headset dipasang di kepala, tepatnya lagi saat kamu mengepaskan ear cup di telinga.

Memilih Headset Gaming

Tapi saat berbicara mengenai material, kamu juga harus mempertimbangkan bobot dari headset tersebut. Karena pasti akan ada efek samping pada bobotnya yang lumayan berat. Jadi kalau ada kesempatan untuk mencobanya, kamu harus mencobanya terlebih dahulu karena headset tersebut akan digunakan dalam waktu yang lama. Kalau ujung-ujungnya bikin leher cepat pegal kan jadi sisi minus juga.

9. Garansi

Nah, ini juga sangat penting cuy. Namanya barang elektronik pasti ada resiko cacat pada komponennya walaupun barang sudah melewati proses quality control yang sangat ketat. Jadi jika headset gaming yang kamu incar memiliki garansi yang baik, maka hal tersebut menjadi poin positif tersendiri. Terlebih lagi jika proses garansi berjalan cukup cepat, alias rusak langsung ganti baru, hehe…

Berapa Bujet yang Pas untuk Headset Gaming?

Setelah dibaca-baca, ternyata memilih sebuah headset gaming terbaik bagi diri sendiri banyak pertimbangannya juga ya? Hehe… Jangan terlalu bingung cuy, karena semua kembali ke poin pertama, yakni bujet. Kalau bujetmu cukup lumayan (katakanlah antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah), maka pilihannya cukuplah banyak.

Kalau bujetmu di atas 1 juta, bisa dipastikan kamu bisa mendapatkan yang kualitasnya sangat baik, dari sisi kualitas audio, material, model dan fitur tambahan. Tapi kamu bisa menanyakan diri sendiri terlebih dahulu, apakah fitur tambahan itu bermanfaat tidak, karena bisa jadi adanya berbagai fitur tambahan itulah yang justru membuat headset tersebut harganya mahal.

Tapi jika bujetmu di bawah 500 ribu rupiah, jangan cemas juga karena ternyata headset gaming murah dengan rentang bujet tersebut ternyata juga banyak pilihannya cuy. Yang pasti kamu harus benar-benar mempertimbangkan poin-poin yang sangat penting saja, dalam hal ini adalah kenyamanan dan kualitas audio. Sedangkan untuk poin lain bisa diabaikan. Harga headset gaming murah memang bikin silau, tapi kamu harus tetap mempertimbangkan poin yang penting.

Hubungi Kami

Ok, semoga artikel 9 Tips Yahud Memilih Headset Gaming Sesuai Kantong ini bisa memberikan informasi yang cukup bagi kamu yang sedang galau memilih headset. Pastinya kamu harus tetap meluangkan waktu untuk melakukan riset untuk mencari dan membandingkan semua headset gaming yang ada agar mendapatkan headset yang tepat sesuai kebutuhan dan bujet tentunya. Bisa jadi nantinya kamu akan menemukan bahwa headset gaming mahal belum tentu bagus, dan yang murah juga belum tentu jelek. Bisa jadi nantinya kamu akan menemukan bahwa headset gaming mahal belum tentu bagus, dan yang murah juga belum tentu jelek.

, , , , , , ,

 
Chat via Whatsapp