HP Android Lemot Tak Berdaya? Ketahui 8 Penyebabnya

05 June 2018 - Kategori Blog

HP Android Lemot

Seiring berjalannya waktu, kita merasa bahwa performa HP terasa makin lambat atau lemot. Kalau dulu berpindah antara aplikasi hanya perlu waktu sekejap, sekarang harus menunggu beberapa detik dulu. Bahkan yang parah, muncul pesan bahwa aplikasi tidak merespon dan kita harus menunggu atau menutupnya.

Sebenarnya solusinya gampang sih, lembiru saja alias lempar yang lama beli baru, hehe… Tapi kalau untuk kita-kita yang sayang banget sama HP (alias dipakai sampai rusak baru beli lagi), tentu pilihan tersebut tidaklah tepat.

Oleh karena itu cara yang paling tepat dan hemat adalah mengetahui penyebab mengapa performa HP Android lemot. Jika sudah mengetahuinya, langkah selanjutnya adalah mencari solusinya. Banyak sekali hal yang dapat mempengaruhi, tapi setidaknya ada 8 masalah umum penyebabnya, dan berikut penjelasannya.

1. Ruang Penyimpanan Hampir Habis

Ini adalah masalah yang sangat klasik, dan banyak sekali orang yang tidak menyadarinya, hingga akhirnya muncul peringatan bahwa ruang penyimpanan hampir habis. Tapi lucunya, banyak pengguna awam yang mengabaikan peringatan tersebut, hingga akhirnya muncul masalah seperti HP yang restart secara acak.

Ketika kapasitas ruang penyimpanan menipis (dalam hal ini memory internal sebagai tempat aplikasi terinstal), maka kecepatan baca dari memory internal akan menurun. Jika kecepatan baca menurun, secara otomatis sistem operasi juga akan lambat memproses aplikasi.

HP Android Lemot

Satu hal yang perlu kamu lakukan pertama kali adalah mengecek sisa ruang penyimpanan pada memory internal. Setidaknya sisakan 25% ruang kosong dari total ruang penyimpanan. Untuk itu kamu harus merelakan menghapus aplikasi yang jarang atau sudah tidak pernah dipakai lagi.

Jika perlu, gunakan aplikasi alternatif dari aplikasi utama yang sering dipakai. Pengalaman pribadi penulis adalah mengganti aplikasi Facebook for Android yang ukurannya sangat besar setelah diinstal (membengkak hingga sekitar 150 MB) dengan aplikasi Metal for Facebook yang ukurannya hanya 30 MB setelah diinstal. Untuk HP Android lawas yang menggunakan memory internal sebesar 4 GB atau 8 GB, tentu perbedaan ukuran tersebut sangat signifikan.

Hal lain yang dapat dicoba adalah memindahkan file instalasi aplikasi dari memory internal ke memory eksternal (SD card). Beberapa aplikasi Android secara otomatis memang langsung terinstal di memory eksternal, tapi ada beberapa yang harus dilakukan secara manual. Cukup akses menu manajemen aplikasi lalu cari daftar aplikasi di tab SD card.

2. Banyak Aplikasi yang Berjalan di Background

Hal ini masih berhubungan erat dengan poin sebelumnya. Semakin banyak aplikasi yang terinstal di HP Android kamu, maka semakin banyak pula aplikasi yang aktif atau berjalan di background. Saat pertama kali kita beli HP, jelas performanya terasa kencang. Tapi seiring waktu dengan banyaknya aplikasi yang diinstal, performa HP pasti mulai terasa lambat.

HP Android Lemot

Masalahnya adalah beberapa aplikasi akan berjalan di background, padahal kamu termasuk jarang menggunakannya. Misalnya aplikasi messenger yang selalu mengecek pesan baru, atau aplikasi catatan yang selalu tersinkronisasi ke server setiap saat. Tapi yang tak terasa adalah aplikasi seperti live wallpaper atau widget jam serta cuaca di home screen. Kamu memang tidak selalu berinteraksi dengannya, tapi sebenarnya di background aplikasi tersebut selalu aktif.

Solusinya? Sama seperti poin sebelumnya, yakni hapus aplikasi yang tidak pernah dipakai. Aplikasi yang berdiam diri tidak pernah digunakan sebenarnya tidaklah benar-benar diam, karena pasti ada beberapa persen yang aktif di background sistem.

Baca juga: Kabel Data iPhone Cepat Rusak? Ini 7 Tips Merawatnya

3. Aplikasi Task Killer Bukanlah Solusi

Untuk informasi, komponen RAM pada HP Android bertugas untuk membantu pekerjaan dari prosesor, dan sistem operasi akan berusaha untuk “menjejalkan” aplikasi pada RAM untuk performa maksimal. Mengapa? Karena RAM memiliki kecepatan baca yang tinggi. RAM juga menyimpan proses aplikasi yang sudah pernah dibuka, sehingga jika aplikasi itu dibuka lagi dapat diakses secara cepat tanpa harus membebani prosesor.

Lalu mengapa task killer bukan solusi? Ketika kamu menggunakan task killer untuk menghapus sebuah aplikasi pada RAM, di lain waktu sistem operasi Android akan kembali menempatkan aplikasi tersebut pada RAM agar kita dapat mengaksesnya dengan cepat.

Masalah semakin pelik jika task killer yang ada membawa fungsi otomatis untuk menghapus aplikasi. Karena task killer tersebut justru akan selalu aktif di background untuk mengawasi aplikasi mana saja yang harus dihapus. Bukannya sistem terasa enteng, tapi justru ada proses yang terus berjalan di background sistem operasi. Efek sampingnya adalah baterai juga akan terbebani.

4. Koneksi Internet Lambat

Sebagian besar aplikasi Android pasti perlu online, biasanya diperlukan untuk proses sinkronisasi data dengan server. Jadi jika koneksi internet lambat, otomatis aplikasi yang memerlukan koneksi tersebut akan berjalan dengan lambat. Tidak percaya? Coba bandingkan ketika aplikasi dibuka dengan mobile data dan WiFi, pasti ada perbedaannya.

5. Antivirus

Secara fungsi, aplikasi antivirus memang baik untuk mencegah ancaman yang datang ke HP. Tapi secara performa, antivirus justru akan membebani sistem. Bayangkan saja, tiap kali kita menginstal aplikasi baru, menjelajahi browser, mendownload file dan lainnya, antivirus akan selalu aktif untuk melakukan pengecekan.

Walau tidak ada “kegiatan” seperti yang dijelaskan di atas, antivirus tetap saja sebagai sebuah aplikasi yang terus aktif di background sistem Android. Dipadukan dengan banyaknya aplikasi yang aktif di background, jelas sistem akan terbebani. Celakanya, ada juga seseorang yang menginstal lebih dari satu antivirus. Alasannya? Supaya aman, hehe…

HP Android Lemot

Solusinya? Hapus antivirus tersebut! Memang ada bahasa virus dan malware yang mengintai, tapi kebanyakan berupa aplikasi palsu (fake apps) yang harus diinstal terlebih dahulu pada sistem. Oleh karena itu kita harus berhati-hati jika ingin menginstal sebuah aplikasi.

Pastikan hanya menginstal aplikasi melalui Google Play Store. Kalaupun akan menginstal dari Play Store, kita juga harus tetap cek dan ricek. Mudahnya melalui review, rating dan deskripsi aplikasi. Dari ketiga poin tersebut, kita bisa mengetahui aplikasi tersebut benar atau palsu, karena walau Google sudah menyaring aplikasi apa saja yang tampil di Play Store, tetapi saja ada yang bisa terlewati.

Selain itu kita juga harus awas jika mengakses sebuah halaman website, karena kadang ada banner-banner atau link yang jika kita klik, secara otomatis akan mendownload aplikasi secara diam-diam di background sistem. Jadi kembali ke kita lagi, jika berhati-hati dalam penggunaan berarti penggunaan antivirus tidak perlu, dan tidak akan membebani sistem.

6. Bergabung dengan Banyak Grup WhatsApp

Berapa banyak grup Whatsapp yang kamu ikuti? Pernahkah merasa jika performa HP semakin lambat seiring dengan bergabung ke grup WhatsApp baru? Jika iya maka sudah tahu problemnya kan? Hehe…

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang sangat aktif di background. Aplikasi ini akan selalu menunggu adanya pesan baru. Bayangkan jika kamu bergabung dalam 10 grup dan setiap grup tersebut sangat aktif sehingga pesan-pesan baru selalu bermunculan. Itu jika hanya WhatsApp saja, karena biasanya dalam satu HP pasti bisa terinstal lebih dari satu aplikasi messenger.

Jika kamu sudah tidak aktif pada sebuah grup, sangat disarankan untuk keluar saja. Pasti kamu pernah menerima pesan dari anggota grup yang keluar karena HP-nya lemot kan?

7. Aplikasi Gratis

Aplikasi gratis biasanya dibekali dengan iklan. Bisa satu, kadang juga lebih. Ketika kita online, maka konten iklan yang tampil pun akan muncul berubah-ubah. Jika koneksi internet cukup lambat, jelasnya akan berpengaruh. Solusinya kita bisa menonaktifkan koneksi internet agar iklan tidak muncul. Alternatifnya yang membeli versi berbayar dari aplikasi sehingga bebas iklan.

Hubungi Kami

8. Kecepatan Baca microSD yang Rendah

microSD merupakan tempat dimana kita menyimpan berbagai file musik, video dan dokumen (kecuali HP kamu tidak memiliki slot microSD). Untuk file musik misalnya, diperlukan aplikasi music player untuk diputar. Jika kecepatan baca (Read) microSD rendah, jelas akan ada jeda waktu tiap kali aplikasi dibuka.

Kasus lainnya, hasil foto dari kamera memerlukan waktu untuk disimpan, dan ini tentunya tidak nyaman. Setidaknya gunakan microSD dengan spesifikasi minimal Class 10. Dengan kecepatan Read yang tinggi, maka performa HP juga akan terbantu. Membuka Gallery foto misalnya, akan terasa cepat. Sama juga seperti saat menyimpan foto atau video dari kamera.

HP Android Lemot

Ok, jika sudah mengetahui penyebabnya, maka langkah selanjutnya adalah memecahkannya dengan solusi yang sudah dijelaskan. Walau HP sudah termasuk berumur (di atas 3 tahun), asalkan kita mampu merawatnya maka penggunaannya masih bisa terasa nyaman. Yang pasti kita juga harus sadar mengenai kemampuan HP, setidaknya tidak dipakai untuk tugas yang berat seperti gaming.

Bagaimana? Apakah artikel cara mengatasi HP Android lemot di atas sudah cukup jelas? Jika belum atau ada saran, silakan langsung saja tambahkan di kolom komentar.

, , , ,